OTORITA, MENGAJAR DAN BUKU
JAKARTA, 21 SEPTEMBER 2023
OTORITA
melakukan koordinasi dengan satpam dan satpol PP untuk menjaga ketertiban pedagang kakki lima depan kampus. dan juga dengan teknisi untuk tetap memelihara kondisi dan sarana kampus
MENGAJAR
mengajar pada program magister sains dalam mata kuliah Analisis perilaku dan intervensi psikologi pendidikan
BUKU
melanjutkan penulisan buku psikologi pendidikan
contoh
Positive
reinforcement
Positive reinforcement adalah
proses peningkatan frekuensi atau
lamanya perilaku sebagai dampak dari pemberian penguatan (Eggen dan Kauchak,
2004). Terjadinya penguatan perilaku
sebagai dampak dari perilaku guru yang memberi pujian atas hasil usaha peserta
didik ( Donahue, 2008). Penguatan perilaku peserta didik menunjukkan adanya
perubahan perilaku yang positif sebagai
dampak dari upaya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang mampu
merangsang kreativitas belajar peserta didik. Disamping itu yang terpenting
adalah adanya upaya peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran. Peserta
didik berupaya secara bersungguh – sungguh belajar sehingga mampu menjawab
pertanyaan guru dengan benar. Terjadi hubungan timbal balik yang positif antara
usaha peserta didik dan kemudian diikuti oleh pujian dari guru. Dalam proses
pembelajaran terjadilah apa yang disebut dengan interaksi manusiawi antara manusia dewasa dengan manusia yang belum
dewasa. Interaksi manusiawi mengisyaratkan terjadinya internalisasi nilai –
nilai edukasi yang bertujuan optimalisasi potensi peserta didik. Berbagai
stratagi, metode dan teknik yang digunakan guru, termasuk salah satunya adalah
melalui proses penguatan yang memberi rangsangan internal agar menumbuhkan
perilaku positif dalam upaya meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar.
Contoh penguatan positif “ nak pertahankan prestasimu ya”, nak kamu anak yang
rajin dan ulet”, nak usahakan ya agar prestasi belajarmu pada semester depan
lebih baik lagi”. Penguatan ini diberikan dengan alasan bahwa peserta didik telah berhasil mencapai
prestasi belajar pada kurun waktu tertentu.
Ada beberapa jenis penguatan positif “
positive reinforcement” yang
dikemukakan oleh Ormrod (2011) sebagai berikut :
§
Concrete reinforcer berkaitan
dengan objek yang bersifat nyata – sesuatu yang dapat dipegang. Contoh :
makanan kecil, stiker, dasi, buku, pensil dan lain sebagainya.
§ Social reinforcer berkaitan dengan tanda atau gerakan tubuh yang diparagakan oleh seseorang
kepada orang lain atau bentuk komunikasi yang bersifat positif. Contohnya
perhatian guru terhadap peserta didik, senyuman, pujian, ucapan terimakasih dan
sebagainya.
§ Activity reinforcer berkaitan dengan upaya guru
menciptakan kegiatan yang menarik dan
menantang. Mungkin ada peserta didik yang mau dan bersungguh – sungguh
mengerjakan sesuatu yang ditugaskan guru dan ada pula peserta didik yang tidak
mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Mengamati fenomena tersebut
perlu diciptakan kegiatan yang menarik dan menantang bagi peserta didik agar
peserta didik terdorong dan bersemangat untuk mengerjakan tugas – tugas yang
diberikan oleh guru. Fenomena tersebut biasanya disebut “Premack Principle”. Contoh anak yang tergolong Attention-deficit
hyperactivity disorder (ADHD) akan
duduk dengan tenang sewaktu pelajaran sedang berlangsung, jika
mereka mengamati bahwa apa yang
diperagakan guru menarik perhatian
mereka dan mudah untuk dikerjakan.
§ Positive feedback adalah upaya guru memberikan umpan balik kepada peserta didik setelah
peserta didik mampu memberi jawaban dengan benar. Umpan balik yang dilakukan
guru dapat bersifat negatif namun arahnya adalah meningkatkan semangat peserta
didik untuk belajar. Dalam proses pembelajaran umpan balik ternyata memberi
dampak yang berarti terhadap upaya peserta didik untuk menguasai materi
pembelajaran. Ormrod (2011) menyarankan penggunaan umpan balik dalam upaya
meningkatkan aktivitas pembelajaran dan perilaku positif peserta didik dalam
mengikuti proses pembelajaran sebagai berikut :
i)
Pertegas kembali tentang upaya yang telah dilakukan peserta didik dengan
baik dan benar serta dilakukan dengan segera saat itu juga. Contohnya ketika
peserta didik dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar, guru selayaknya
mengucapkan perkataan “ nak jawabanmu
sangat tepat dan bagus, terimakasih kamu telah berupaya dengan optimal”.
Perkataan guru yang demikian akan memberi dukungan positif dan akan mengembangkan kepercayaan diri akademik yang baik bagi
perserta didik.
ii)
Berikan contoh dan petunjuk yang kongkrit tentang upaya yang semestinya dilakukan oleh peserta
didik dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya. Misalnya memberi contoh
cara belajar dan menggunakan waktu yang tepat, memberi contoh dalam mengerjakan
soal matematika atau bagaimana teknik menguasai kosa kata bahasa Inggris dan
menggunakan grammer dengan tepat.
Comments
Post a Comment